Mamuju, 77news.id – Aliansi Mahasiswa Mamasa Peduli Talippuki kembali turun ke jalan dan mendatangi Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat pada Senin, 1 Desember 2025. Kehadiran mereka kali ini untuk meminta klarifikasi dan permintaan maaf resmi dari pihak Komisi III DPRD Sulbar atas pernyataan yang dinilai merendahkan gerakan mahasiswa.
Menurut mahasiswa, salah satu anggota Komisi III DPRD Sulbar sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa aksi demonstrasi atau “gerakan parlemen jalanan” sudah tidak berguna dan tidak relevan lagi. Ungkapan tersebut langsung memancing kemarahan massa aksi, karena dianggap menghina perjuangan mahasiswa dan nilai demokrasi itu sendiri.
Salah satu peserta aksi, Egi, menyampaikan kekecewaannya di hadapan wartawan.
“Jangan pernah coba-coba merusak nilai demokrasi dan mengatakan bahwa gerakan parlemen jalanan tidak berguna. Itu penghinaan besar bagi teman-teman mahasiswa yang masih eksis menyuarakan hak-hak rakyat tertindas,” tegas Egi.
Aliansi menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional yang dijamin Undang-Undang, serta menjadi ruang partisipasi publik untuk mengoreksi kebijakan pemerintah. Mereka meminta Komisi III DPRD Sulbar untuk bertanggung jawab atas pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada mahasiswa serta masyarakat Sulawesi Barat.
Hingga rilis ini diterbitkan, pihak DPRD Provinsi Sulbar belum mengeluarkan keterangan resmi terkait tuntutan mahasiswa. Aliansi menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan siap melakukan aksi lanjutan apabila tidak ada respons konkret dari pihak legislatif.






