Alasan Obat Habis Pengguna BPJS Aktif Malah Disuruh beli Obat Diluar, HMI Gelar Aksi Di depan Kantor BPJS.

Mamuju, 77news.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi di kantor BPJS Kesehatan Cabang Mamuju sebagai bentuk protes terhadap rumah sakit yang menjadi mitra BPJS yang dinilai merugikan pasien. (1 April 2026)

Dalam aksi tersebut, massa HMI menyoroti sejumlah keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, khususnya kasus pasien yang diminta membeli obat di luar rumah sakit dengan alasan stok obat habis, meskipun status kepesertaan BPJS Kesehatan pasien masih aktif.

Koordinator lapangan aksi menyampaikan bahwa praktik tersebut sangat memberatkan pasien, terutama bagi masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang daerahnya jauh dari rumah sakit.

Pasien dipaksa membeli obat di luar dengan janji biaya akan diganti satu bulan kemudian. Ini jelas merugikan dan tidak sesuai dengan prinsip pelayanan BPJS,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.

Menurut HMI, kondisi ini menunjukkan adanya dugaan ketidaksiapan fasilitas kesehatan dalam menyediakan layanan yang seharusnya menjadi hak peserta BPJS.

HMI Cabang Mamuju mendesak BPJS Kesehatan untuk segera melakukan evaluasi terhadap pengawasan pihak BPJS kepada rumah sakit yang mencoba melakukan peraktek memberatkan pasien yang berstatus BPJS aktif, harus ada pengawasan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.

Apa gunanya BPJS aktif kalau pasien masih harus keluar biaya sendiri? Ini harus menjadi perhatian serius, Pertanyaannya Kenapa masyarakat harus beli obat diluar..? Bukankah mereka telah membayar iuran setiap bulan bahkan sebelum mereka sakit..? Kedua kemana dana iuran yang dibayar oleh peserta bpjs baik mandiri maupun PBI ? Diapakan..? Jangan sampai kalian hanya menggunakan untuk kenyamanan kalian didalam kantor ini, jangan sampai kalian pakai untuk membeli mobil mewah untuk kalian gunakan sehari hari, dan kalian lupa tanggung jawab kalian sebagai lembaga jaminan kesehatan masyarakat. Jangan lihat mau dia bayar pake jalur mandiri atau PBI, semuanya tetap dibayar hanya membedakan mandiri dibayar secara pribadi, PBI dibayar oleh pemerintah sebagai kewajiban negara terhadap rakyatnya yang sudah membayar upeti kepada negara. Hentikan ini kebobrokan kalian. Tutup saja bpjs di mamuju kalau kalian jadikan saja sebagai tempat untuk memperkaya diri sendiri. Kalian tidak sadar itu uang kami yg kalian kelola.“ tambah perwakilan massa aksi.

HMI menilai bahwa janji penggantian biaya dalam waktu satu bulan tidak memberikan kepastian bagi pasien, bahkan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan terhadap layanan kesehatan.

Melalui aksi ini, HMI Cabang Mamuju berharap agar BPJS Kesehatan agar lebih ketat dalam pengawasan sehingga rumah skit dapat meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menjamin ketersediaan obat bagi pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *