Mamuju, 77News.id – Ketua Koordinator Bidang Kepariwisataan Belajang Botteng Pertanyakan Aplikasi Mamuju Tourism Milik Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju.
Aplikasi yang diduga Mengunakan Angaran Daerah sejauh ini tidak memiliki asas manfaat sementara menghabiskan uang negara.
“Proyek Aplikasi Mamuju tourism tahun 2022 ini dirancang untuk menghimpun seluruh data pariwisata yang ada di Mamuju, namun faktanya aplikasi itu tidak memiliki asas manfaat” kata ikmal Koordinator Bidang Pariwisata Belajang Botteng.
lebih lanjut ikmal mengatakan bahwa berdasarkan data yang kami himpun, tahun 2022 Kepala dinas Pariwisata Ariady Ihsan membuat aplikasi Mamuju tourism untuk tujuan promosi wisata, namun sejauh ini aplikasi itu tidak bermanfaat, bahkan didalam aplikasi hanya terdapat satu foto orang menyelam.
“ini aplikasi apa, katanya ini untuk menghimpun informasi destinasi wisata, transportasi, akomodasi dan kuliner, tapi faktanya hanya ada satu foto didalam aplikasi itu” tegas ikmal
Kami berharap Kepada Bupati Mamuju, untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju selain membuat aplikasi yang belum ada asas manfaatnya juga membuat wisata air terjun tamasapi terbengkalai.
dengan tegas kami juga meminta kepada pihak penegak hukum dalam hal ini kejaksaan tinggi Sulbar dan Polda Sulbar, untuk memeriksa pengadaan Aplikasi Mamuju tourism dan sejumlah pengadaan barang di Dinas Pariwisata Mamuju.
“Dengan hormat kami berharap kepada pihak Penegak Hukum untuk melakukan audit khusus dilingkup dinas pariwisata kabupaten Mamuju, terkhusus Aplikasi Mamuju Tourism dan kegiatan – kegiatan lain” tegas Ikmal






