Mamuju,77News.id | Dugaan Penganiayaan dan Pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap mahasiswa dari organisasi PMII di Mamuju adalah bukti bahwa Karo SDM Polda Sulbar gagal dalam memastikan pendidikan moral dan tes psikologi saat rekrutmen bintara.
Hal tersebut diungkapkan Refly sakti sanjaya,ketua cab PMII mamuju provinsi Sulawesi barat (Sulbar) Jumat (03/01/2025).
“Kami menduga kuat bahwa banyak diantara oknum kepolisian yang terlibat aksi premanisme itu tidak lulus dalam tes psikologi dan tidak mendapatkan pendidikan moral dengan baik.”Ujarnya.
Kapolda Sulbar harus berani tegas, kata ketua PMII itu, kalau bisa penjabat Karo SDM Polda Sulbar diganti saja kepada sosok yang lebih tegas dan komitmen dalam memastikan pendidikan moral dan tes psikologi, bahwa betul-betul berlangsung secara ketat dalam setiap rekrutmen bintara, demi menghindari aksi premanisme yang berkelanjutan dari tubuh Polri.
“Kami juga nendesak KAPOLRI untuk megevaluasi jajaran Polda Sulbar dan secara khusus mengevaluasi Sekolah Polisi Negara (SPN) di Mekatta supaya kedepannya tidak ada lagi korban-korban lain yang berjatuhan,” Tegas Refly Sakti .






