Mateng, 77News.id – Pengerusakan Bendera atau atribut HMI yang dilakukan oleh oknum mahasiswa di depan kampus STIKES Bina Bangsa Majene pada tanggal 12 Maret 2024
Bendera/Atribut HMI bagi kami adalah simbol organisasi yang kami anggap sangat sakral sehingga jika ada oknum apalagi memiliki identitas mahasiswa yg merobek satu helai benangpun itu sama saja merobek, menyayat hati para pendiri, alumni hingga kader. Ini melecehkan marwah dan martabat organisasi kami
Olehnya itu kami mendesak Polres Majene dan Polda Sulawesi Barat segera melakukan penangkapan terhadap mahasiswa tersebut
Kami sangat menyangkan insiden ini dilakukan oknum mahasiswa di saat teman2 HMI Majene menggelar Aksi di Kampus STIKES Bina Bangsa Majene mempertanyakan atas dasar apa sehingga pengelola kampus melakukan Skorsing kepada mahasiswanya yg juga kader HMI
Sejatinya aksi/Demonstrasi adalah hal yang biasa dalam negara demokrasi dan di negara kita diatur serta dibenarkan oleh undang-undang hak menyampaikan pendapat di muka umum kenapa di tanggapi atau beruapayah di Counter oleh oknum mahasiswa STIKES Bina Bangsa Majene dan merusak atribut Organisasi
Olehnya itu sekali lagi kami Dengan tegas mendesak APH dalam hal ini Polres Majene dan Polda Sulawesi Barat segera mengusut tuntas masalah ini.
Penulis Taufik Saleng
Editor Bima






