Mateng, 77news.id – Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras SE.,M,SI di kegiatan Launching Kabar Cerdas mengatakan, bahwa data jumlah anak tidak sekolah yang di berikan oleh Kementrian Pendidikan Nasional itu menunjukkan ada sekitar 3000 ribu anak yang putus sekolah di Kabupaten Mamuju Tengah.
Menurut Arsal Aras data tersebut kurang akurat karna faktanya data itu di ambil dari keluarga yang belum meng update kartu keluarganya, salah satu contohnya adalah Arsal Aras sendiri.
Arsal mengatakan.” dirinya juga belum meng update kartu keluarganya sehingga dari 4 anaknya masih ada yang belum sekolah.” Kata Arsal pada media ini Minggu 24 Agustus 2025.
Kemudian Arsal juga mengungkap bahwa faktanya di lapangan di temukan dari satu Desa di Babana itu sendiri ada sekitar 222 anak yang tidak sekolah, setelah di cek kembali kelapangan, sesuai data baru itu ada 85 anak tidak sekolah.
Program pemerintah ingin mengembalikan anak-anak yang putus sekolah atau tidak sekolah, kembali melanjutkan pendidikannya, baik itu secara Formal atau Non formal dan harapan kami semoga di Mamuju Tengah tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah.”Terangnya

Asisten I Mamuju Tengah Mahyuddin penggagas kabar cerdas menjelaskan.” Kabar cerdas merupakan Kolaborasi Aksi Bersama Cerdaskan Anak tidak Sekolah, tentu program ini dilakukan adalah supaya bisa mengurangi angka anak putus sekolah di Mamuju Tengah.
Kemudian kami juga telah membentuk Tim Satgas dengan melibatkan seluruh perangkat Desa di Mateng, namun untuk saat ini kami membentuk dua Tim yaitu Desa Babana dan Desa kambunong.” Kata mahyudin ke pada media ini
Sesuai data Kementrian Pendidikan bahwa di Sulawesi Barat, Mateng ini adalah yang paling tinggi anak putus sekolah, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan yaitu sekitar 3000 lebih, dengan adanya kabar cerdas ini kita mencoba agar bagaimana angka anak tidak sekolah bisa menurun.
Untuk sekolah formal dan non formal itu sendiri kita akan melakukan verifikasi manakala umurnya memungkin untuk masuk SD atau SMP itu kita akan sekolahkan, kemudian untuk yang berumur 21 tahun ke atas kita akan upayakan mereka mengikuti Paket A,B dan C.”Ucapnya
Terkait pada biaya, untuk jenjang SD dan SMP yang umurnya 21 tahun ke bawah itu akan di tanggung oleh pemerintah dan jika di atas 21 tahun itu ditanggung masing-masing yang bersangkutan.
Tetapi dengan pelibatan stakeholder yang ada yaitu dari pimpinan perbankan, dari perusahaan yang ada di Mamuju Tengah berkolaborasi memberikan bantuan dalam rangka paket A, B dan C ini.
Untuk perusahaan Astra itu sendiri telah memberikan bantuan sebanyak 20 orang anak dalam rangka untuk memberikan intervensi terhadap program paket tersebut.”Tutup mahyuddin
Bima S












