Mamuju – 77news.id – Sabtu, 20 september 2025. Ketua DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Cabang Mamuju, mengaku telah diskusi dengan beberapa kepala sekolah di kabupaten Mamuju yang enggan di sebutkan namanya, wahyullah arif selaku ketua Permahi.
terkait dengan kegiatan perjalanan out stoudy tour yang kami duga akan dilaksanakan di jakarta beberapa bulan kedepan dan berjalan selama tiga hari, menjadi keluhan bagi kepala sekolah di kabupaten mamuju. Nyatanya perjalanan ini di kenakan biaya sebesar SEPULUH JUTA RUPIAH (10.000.000.00). Setiap Sekolah”
Wahyullah selaku ketua dpc permahi cabang mamuju menilai sangat sesalkan dengan adanya kegiatan tersebut karna Ia menduga bisa saja anggaran yang dipakai oleh kepala sekolah tak lain dari pada anggaran dana bos, yang dimana Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan untuk biaya operasional sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk untuk pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan perpustakaan, pemeliharaan dan perawatan sarana prasarana, serta pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan bukan ASN sesuai ketentuan. Bukan untuk kegiatan yang tidak masuk akal.
Lanjut wahyu ” beberapa keluhan dari kepala sekolah terkait kegiatan ini katanya kami di tekan untuk mengikuti kegiatan perjalanan out stoudy tour dan ini wajib kami ikuti karna ancaman yang sampai melibatkan jabatan kami sehingga mau tidak mau kami harus ikut. Masalahnya perjalanan ini memakan anggaran yang sangat banyak dan kami tidak tau dimana kami ambil uang sepuluh juta ini.
Bahkan kegiatan sebelumnya itu beberapa kepala sekolah melakukan pinjaman uang yang sampai sekarang belum dapat kami gantikan. Maka harapan kami dalam kegiatan perjalanan Out Stoudy Tour ini dapat di batalkan atau di hapuskan saja.
Lanjut wahyu mengatakan ” kami meminta dari instansi yang terkait khususnya Dinas Pendidikan Kab. Mamuju untuk segera membuat klarifikasi dan juga menghapuskan kegiatan tersebut. Dan juga kami meminta pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Barat untuk mengaudit anggaran dana bos kabupaten mamuju.
Perhimpunan mahasiswa hukum Indonesia cabang Mamuju berkomitmen akan mengawal kegiatan tersebut sampai kegiatan itu di hapuskan. Karna kami menilai kegiatan ini diduga membebani sekolah. Tutup wahyu secara tegas
Bima S











